Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller

tusc

Persyaratan

  1. Pendidikan Minimal SMA/Sederajat
  2. Copy Scan KTP
  3. Copy Scan Ijazah Terakhir
  4. CV atau Daftar Riwayat Hidup
  5. Surat Rekomendasi dari Perusahaan (Jika Sudah Bekerja)
  6. Surat Sehat Keterangan Dokter

Pelatihan Sertifikasi BNSP Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller

Apa Itu Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller?

Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller adalah tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk melakukan instalasi, pengoperasian, pemeriksaan, pemeliharaan, pengujian, troubleshooting, dan perbaikan sistem tata udara sentral (Central Air Conditioning System) serta sistem chiller sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia. Skema sertifikasi ini mengacu pada SKKNI Bidang Refrigerasi dan Tata Udara (RAC).

Sistem tata udara sentral dan chiller banyak digunakan pada:

  • Gedung perkantoran bertingkat
  • Hotel
  • Rumah sakit
  • Pusat perbelanjaan (mall)
  • Bandara
  • Pabrik dan kawasan industri
  • Data center
  • Gedung pemerintahan
  • Kampus dan fasilitas pendidikan

Berbeda dengan AC Residential yang melayani satu ruangan atau area kecil, sistem tata udara sentral dan chiller melayani banyak ruangan sekaligus dengan kapasitas pendinginan yang jauh lebih besar sehingga membutuhkan teknisi dengan kompetensi khusus.


Mengapa Pelatihan Ini Penting?

Sistem chiller dan tata udara sentral merupakan salah satu peralatan mekanikal dengan konsumsi energi terbesar dalam sebuah gedung. Kesalahan dalam pengoperasian maupun pemeliharaan dapat menyebabkan:

  • Penurunan efisiensi energi.
  • Peningkatan biaya operasional.
  • Kerusakan kompresor dan chiller.
  • Gangguan kenyamanan penghuni gedung.
  • Downtime operasional bangunan.
  • Kerusakan sistem distribusi udara dan air dingin.

Karena itu perusahaan membutuhkan teknisi yang memiliki kompetensi dalam melakukan inspeksi, perawatan, pengujian, dan perbaikan sistem HVAC sentral secara profesional.


Dasar Hukum dan Regulasi

Pelatihan dan sertifikasi Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller mengacu pada:

1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Mengatur pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi.

2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja

Mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui sertifikasi kompetensi.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional

Sebagai dasar penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

Mengatur pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja nasional.

5. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2019

Tentang Penetapan SKKNI Kategori Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin Bidang Refrigerasi dan Tata Udara (RAC).


Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Memahami prinsip kerja sistem tata udara sentral dan chiller.
  • Memahami sistem distribusi udara dan chilled water.
  • Melaksanakan pemeliharaan sistem HVAC sentral.
  • Mengoperasikan alat ukur refrigerasi dan HVAC.
  • Melakukan pemeriksaan kebocoran refrigeran.
  • Melakukan pengisian dan recovery refrigeran.
  • Melakukan troubleshooting sistem tata udara sentral.
  • Mengganti komponen elektrik dan mekanik.
  • Menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  • Mempersiapkan peserta menghadapi asesmen kompetensi BNSP.

Materi Pelatihan Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller

1. Dasar-Dasar HVAC dan Chiller

Peserta akan mempelajari:

  • Prinsip refrigerasi.
  • Siklus kompresi uap.
  • Sistem pendinginan sentral.
  • Prinsip perpindahan panas.
  • Sistem chilled water.
2. Pengenalan Sistem Tata Udara Sentral

Materi meliputi:

  • Air Handling Unit (AHU).
  • Fan Coil Unit (FCU).
  • Cooling Tower.
  • Chilled Water Pump.
  • Condenser Water Pump.
  • Ducting System.
  • Building Management System (BMS).
3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Peserta akan mempelajari:

  • Identifikasi bahaya kerja HVAC.
  • Lock Out Tag Out (LOTO).
  • Keselamatan kelistrikan.
  • Penanganan refrigeran.
  • Penggunaan APD.
4. Sistem Kelistrikan dan Kontrol

Materi meliputi:

  • Motor listrik 3 phase.
  • Sistem kontrol HVAC.
  • Panel kontrol chiller.
  • Sensor dan instrumen HVAC.
5. Sistem Pemipaan Chiller

Peserta akan memahami:

  • Chilled water piping.
  • Condenser water piping.
  • Valve dan fitting.
  • Pressure testing.
6. Penggunaan Alat Ukur Refrigerasi

Materi meliputi:

  • Manifold Gauge.
  • Clamp Meter.
  • Multimeter.
  • Vacuum Pump.
  • Leak Detector.
  • Temperature Meter.
  • Pressure Gauge.
7. Operasi dan Pemeliharaan Chiller

Peserta akan mempelajari:

  • Start-up dan shutdown chiller.
  • Preventive maintenance.
  • Predictive maintenance.
  • Monitoring performa sistem.
8. Troubleshooting Sistem Tata Udara Sentral

Materi meliputi:

  • Analisis kerusakan.
  • Pemeriksaan performa sistem.
  • Penggantian komponen.
  • Pengujian setelah perbaikan.

Unit Kompetensi SKKNI Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller

Berdasarkan skema sertifikasi yang digunakan oleh LSP berlisensi BNSP, terdapat 15 unit kompetensi yang menjadi dasar asesmen kompetensi Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller.

NoKode UnitJudul Unit Kompetensi
1F.43RAC01.001.1Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3-LH)
2F.43RAC01.002.1Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja
3F.43RAC01.003.1Menerapkan Kerjasama di Tempat Kerja
4F.43RAC01.004.1Mempersiapkan Peralatan dan Material
5F.43RAC01.005.1Menginterpretasi Gambar Teknik Refrigerasi dan Tata Udara
6F.43RAC01.008.1Menggunakan Alat Ukur Refrigerasi dan Tata Udara
7F.43RAC01.009.1Melakukan Instalasi Rangkaian Kontrol Motor Listrik Induksi 3 (Tiga) Phase
8F.43RAC01.010.1Memeriksa Kebocoran Refrigeran
9F.43RAC01.011.1Menguji Instalasi Pemipaan
10F.43RAC01.012.1Mengevakuasi Sistem Refrigerasi dan Tata Udara
11F.43RAC01.013.1Melakukan Proses Pengisian Refrigeran
12F.43RAC01.014.1Melakukan Recovery Refrigeran
13F.43RAC01.019.1Merawat Sistem Tata Udara Sentral dan Chiller
14F.43RAC01.023.1Mengganti Komponen Elektrik dan Mekanik Pada Sistem Refrigerasi dan Tata Udara
15F.43RAC01.024.1Memperbaiki Unit dan Sistem Refrigerasi dan Tata Udara

Peralatan dan Sistem yang Dipelajari

Peserta akan dikenalkan dengan berbagai peralatan HVAC skala komersial dan industri, antara lain:

Sistem Tata Udara Sentral
  • Air Handling Unit (AHU)
  • Fan Coil Unit (FCU)
  • Fresh Air Handling Unit (FAHU)
  • Ducting System
  • Exhaust Fan System
Sistem Chiller
  • Water Cooled Chiller
  • Air Cooled Chiller
  • Screw Chiller
  • Centrifugal Chiller
  • Scroll Chiller
  • Cooling Tower
Sistem Pendukung
  • Chilled Water Pump
  • Condenser Water Pump
  • Expansion Tank
  • Control Panel
  • Building Management System (BMS)

Praktik yang Akan Dilakukan Peserta

Selama pelatihan peserta akan melakukan praktik seperti:

  • Membaca gambar teknik HVAC.
  • Pengoperasian alat ukur refrigerasi.
  • Pemeriksaan tekanan refrigeran.
  • Pemeriksaan motor listrik 3 phase.
  • Pengujian kebocoran sistem.
  • Vacuum sistem refrigerasi.
  • Charging refrigeran.
  • Recovery refrigeran.
  • Pemeriksaan AHU dan FCU.
  • Pemeriksaan cooling tower.
  • Troubleshooting sistem chiller.
  • Penggantian komponen elektrik dan mekanik.

Kompetensi yang Didapatkan Peserta

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengoperasikan sistem tata udara sentral dan chiller.
  • Melaksanakan preventive maintenance HVAC.
  • Menggunakan alat ukur refrigerasi dan tata udara.
  • Melakukan pengujian sistem pemipaan.
  • Mengidentifikasi dan memperbaiki kerusakan sistem HVAC.
  • Melakukan penggantian komponen sistem.
  • Menerapkan prosedur K3 dalam pekerjaan HVAC.

Siapa yang Bisa Mengikuti Pelatihan Ini?

Pelatihan ini direkomendasikan bagi:

  • Teknisi HVAC.
  • Teknisi Chiller.
  • Teknisi Building Maintenance.
  • Teknisi Facility Management.
  • Operator Chiller Plant.
  • Supervisor Maintenance Gedung.
  • Teknisi Mekanikal dan Elektrikal (M&E).
  • Lulusan SMK Teknik Pendingin dan Tata Udara.
  • Lulusan Teknik Mesin.
  • Lulusan Teknik Elektro.
  • Kontraktor HVAC dan MEP.

Peluang Karier

Lulusan program ini dapat bekerja sebagai:

  • Teknisi Tata Udara Sentral.
  • Teknisi Chiller.
  • HVAC Technician.
  • Building Maintenance Technician.
  • Facility Management Technician.
  • Chiller Plant Operator.
  • HVAC Service Engineer.
  • Supervisor HVAC (dengan pengalaman kerja yang memadai).

Manfaat Sertifikasi BNSP

Bagi Individu
  • Mendapatkan pengakuan kompetensi secara nasional.
  • Meningkatkan peluang karier di bidang HVAC dan Building Services.
  • Menambah kredibilitas profesional.
  • Menjadi bukti kompetensi yang diakui industri.
Bagi Perusahaan
  • Memiliki tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi.
  • Meningkatkan keandalan sistem HVAC gedung.
  • Mengurangi downtime peralatan.
  • Mendukung efisiensi energi dan biaya operasional.

Sertifikat yang Diperoleh

Peserta yang dinyatakan kompeten dalam asesmen akan memperoleh:

  • Sertifikat Pelatihan Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller.
  • Sertifikat Kompetensi BNSP.
  • Kartu Kompetensi BNSP sesuai skema yang berlaku.

Penutup

Pelatihan Teknisi Tata Udara Sentral dan Chiller BNSP merupakan program berbasis kompetensi yang dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja profesional yang mampu melakukan pengoperasian, pemeriksaan, pemeliharaan, dan perbaikan sistem HVAC sentral dan chiller sesuai standar SKKNI.

Melalui kombinasi pembelajaran teori, praktik lapangan, dan asesmen kompetensi, peserta akan memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri gedung komersial, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, dan sektor industri lainnya. Sertifikasi BNSP yang diperoleh menjadi bukti kompetensi yang diakui secara nasional dan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja di bidang Refrigerasi dan Tata Udara (RAC).